Rabu, 15 Januari 2014

Ringtone Kemat Jaran Guyang

Udah lama gak update Blog ini. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ringtone Kemat Jaran Guyang versi H. Abdul Ajib (Alm) yang bisa digunakan pada handphone sedulur kabeh sebagai nada dering telepon atau nada dering SMS. Bagi sedulur yang pingin ringtone unik khas cirebon ini. Mangga di download langsung.

Kemat Jaran Guyang

Minggu, 13 Oktober 2013

LIRIK : SATRIA MADANGKARA



 Voc : Erni S

Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
Raja Brama wong kang sakti mandraguna
Ajiane sing kesohor serat jiwa
Tumindake adil ngurusi perkara
Pantes lamun kanggo contone sejarah
Reff :
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Mula kabeh ra gelem gegabah
Ning baginda raja agung sakti jaya

Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
(Kembali ke Reff)

KAMUS BAHASA CIREBON

A
abang merah. bahasa halus abrit.
abrit (bahasa halus) merah. lihat: abang.
adoh jauh. bahasa halus tebih.
ageng (bahasa halus) besar. lihat gede.
ajeng (bahasa halus) 1. akan. 2. depan. lihat arep.
akeh banyak. bahasa halus katah.
alit (bahasa halus) kecil. lihat cilik.
ambir supaya. bahasa halus supadon.
ana ada. bahasa halus wonten.
andap (bahasa halus) bawah. lihat isor.
angsal (bahasa halus) dapat. lihat olih.
arep 1. akan. 2. depan. bahasa halus ajeng.
awan siang-siang.
awis (bahasa halus) mahal. lihat larang

Selasa, 07 Mei 2013

Asal usul Desa Watubelah



Pada saat Pangeran Walangsungsang menyebarkan agama Islam di daerah Cirebon, ia melihat kobaran api di sebuah hutan yang sekarang bernama Desa Watubelah. Setelah didekati ternyata hutan tersebut dibakar oleh Ki Patih Manik yang bermaksud membangun sebuah pedukuhan untuk memenuhi persyaratan agar dapat mempersunting Nyi Mas Serang yang cantik jelita, putri Ki Gede Mayaguna dan Nyi Gede Renda.

Senin, 06 Mei 2013

Asal usul Desa Sumur Kondang

Diperkirakan pada abad ke - 15 ada seorang pengembara (Jawara) bernama Sandir, berasal dari blok Lurangung Kuningan ke sebuah hutan belukar yang belum berpenduduk. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari -harinya ia bercocok tanam seperti menanam jagung, ubi kayu, ubi jalar dan padi. Oleh karena kesulitan mendapatkan air yang sangat dibutuhkan baik untuk minum, mandi maupun untuk pertanian, ia sering mencari air kemana-mana, ke berbagai pelosok hutan.

Asal - usul Desa Sindang Jawa

Pada abad XVII dikawasan hutan diwilayah Kerajaan Rajagaluh, terdapat sebuah kampung yang indah yang terletak di tepi sungai Cisoke. Masyarakatnya memberi nama Kampung Banjang Melati, dipimpin oleh Resi Pandunata seorang penganut agama Hindu yang memiliki seorang putri bernama Nyi Mas Indang Lara Sakti.
Sebelum Resi Pandunata wafat, pimpinan Kampung Banjar Melati terlebih dahulu diserahkan kepada Nyi Mas Indang Lara Sakti, sambil memberitahukan bahwa kelak akan datang orang orang Cirebon yang bertujuan menyebarkan agama Islam. resi Pandunata memberikan amanat agar putrinya dapat menerima tamu-tamu itu dengan sebaik-baiknya, rukun , dan apabila perlu mengikuti ajakannya.
Pada suatu waktu, berdatanglah prajurit Cirebon ke Kampung Banjar Melati untuk sekedar singgah dalam perjalanan pulang, setelah mereka berperang melawan Kerajaan Rajagaluh. Beberapa orang diantara mereka sangat terkesan akan keramah tamahan penduduknya disamping tertarik akan keindahan dan kesuburan alamnya, sehingga mereka ingin tinggal dan menetap disini sambil menyebarkan agama Islam. Diantara prajurit tersebut terdapat dua orang tokoh pemuda Islam, yaitu Wanajaya dan Pande Simpar.

Minggu, 05 Mei 2013

Asal - Usul Desa Cipeujeuh

Nama Cipeujeuh itu berasal dari dua kata, Ci artinya cai atau air dan Pejeuh adalah nama pohon. Jadi Cipeujeuh merupakan air yang keluar dari bawah pohon pejeuh dan sekarang pohon itu masih ada di samping pancuran air pejeuh, yang merupakan sumber air bagi masyarakat sekitarnya.
Ada beberapa nama tempat yang diawali kata-kata Ci, seperti Citaman, Cidadap, Cipadudan, Ciwado, Cimalayang, Cibangban, Cileuis, Cipelus, Cibalong, Cikalapa, Cisuruh dan Ciputih. Dengan kata-kata yang menjadi nama tempat itu artinya air yang menandakan kebersihan dan kejernihan dalam arti yang seluas-luasnya.
Desa Cipeujeuh itu didirikan oleh seorang pemimpin yang dikenal dengan nama Buyut Racak, dan pemukimannya yang pertama berada disebelah timur Kampung Cidadap. Disitu sekarang terdapat sungai yang bernama Cipadudan dan Cimalaya. Kemudian pemukiman itu pindah tempat ke kampung yang namanya Karacak, dan disitulah kehidupan masyarakat yang aman tentram, subur makmur luh jinawi.