Setelah Banten dan Sunda Kelapa dikuasai Belanda, kira-kira abad XVII, belanda datang ke Cirebon untuk membujuk Sultan Cirebon bekerjasama dalam segala bidang.
Sultan Syaifudin tidak mau bekerjasama dengan penjajah. Oleh karena desakan dan tekanan Belanda, Sultan Syaefudin bersama beberapa tokoh lainnya secara diam-diam meninggalkan Keraton Cirebon pergi ke daerah pedalaman yang sulit diketahui Belanda. Sultan Syaefudin beserta rombongan menuju daerah Sumber, babakan sampai ke yang sekarang disebut Sidawangi.


