Sabtu, 08 Maret 2014

Petuah Syekh Sayrif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)


1. Ingsun titip tajug lan fakir miskin                 
   (Aku titip tajug dan fakir miskin)

2. Yen sembahyang kungsi pucuke panah         
   (Jika shalat harus khusuk dan tawadhu seperti anak  panah yang menancap kuat)

3. Yen puasa den kungsi tetaling gundewa                     
    (Jika puasa harus kuat seperti tali panah)

4. Ibadah kang tetep                                                       
    (Ibadah harus terus menerus)

5. Wedia ing Allah                                                        
    (Takutlah kepada Allah)

Asal - usul Desa Kalikoa

Pada zaman dahulu kala ada seorang putra Raja Demak bernama Akhmad telah lama menuntut ilmu di pesantren. Sewaktu pulang dari pesantren, ia ditemui bupati yang mendapat pesan dari ayahandanya, agar ia menyusul ayahnya berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji dengan dibekali kapal beserta isinya untuk keperluan selama dalam perjalanan.
Dalam perjalanan ke tanah suci dengan mendapat pengawalan prajurit Demak, kapalnya terdampar di daratan Cirebon yang pada  waktu itu berada dibawah kekuasaan Prabu Anom.
Mendengar ada kapal terdampar, Prabu Anom segera memerintahkan Patih Wisa Geni untuk menyelidiki siapa orang yang ada dalam kapal tersebut. Patih Wisa Geni datang menemui mereka dan Ahmad menjelaskan bahwa mereka terdampar dengan tujuan semula akan ke tanah suci menyusul ayahnya menunaikan ibadah haji.

Asal-usul Desa Pabedilan



Pangeran Sutajaya  Upas dari gebang sering berburu ( Bhs. Sunda: Bebedil) di suatu tempat/hutan yang belum berpenghuni yang banyak ditumbuhi pohon kesambi sambil membuat pesanggarahan. Daerah/hutan yang belum berpenghuni itu oleh Pangeran Sutajaya diberi nama Pabedilan, sesuai dengan arti twmpat itu (untuk berburu/bebedil).
Setelah beberapa waktu lamanya muncullah didaerah itu seorang yang bernama Ki Batisari berasal dari Luragung. Karena daerah Pabedilan telah berpenghuni walaupun belum banyak, maka Ki Batisari ditetapkan menjadi pemimpin/kuwu oleh Pangeran Cirebon, yang daerahnya meliputi sampai ke Desa Balagedog.

Rabu, 15 Januari 2014

Ringtone Kemat Jaran Guyang

Udah lama gak update Blog ini. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ringtone Kemat Jaran Guyang versi H. Abdul Ajib (Alm) yang bisa digunakan pada handphone sedulur kabeh sebagai nada dering telepon atau nada dering SMS. Bagi sedulur yang pingin ringtone unik khas cirebon ini. Mangga di download langsung.

Kemat Jaran Guyang

Minggu, 13 Oktober 2013

LIRIK : SATRIA MADANGKARA



 Voc : Erni S

Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
Raja Brama wong kang sakti mandraguna
Ajiane sing kesohor serat jiwa
Tumindake adil ngurusi perkara
Pantes lamun kanggo contone sejarah
Reff :
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Mula kabeh ra gelem gegabah
Ning baginda raja agung sakti jaya

Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
(Kembali ke Reff)

KAMUS BAHASA CIREBON

A
abang merah. bahasa halus abrit.
abrit (bahasa halus) merah. lihat: abang.
adoh jauh. bahasa halus tebih.
ageng (bahasa halus) besar. lihat gede.
ajeng (bahasa halus) 1. akan. 2. depan. lihat arep.
akeh banyak. bahasa halus katah.
alit (bahasa halus) kecil. lihat cilik.
ambir supaya. bahasa halus supadon.
ana ada. bahasa halus wonten.
andap (bahasa halus) bawah. lihat isor.
angsal (bahasa halus) dapat. lihat olih.
arep 1. akan. 2. depan. bahasa halus ajeng.
awan siang-siang.
awis (bahasa halus) mahal. lihat larang

Selasa, 07 Mei 2013

Asal usul Desa Watubelah



Pada saat Pangeran Walangsungsang menyebarkan agama Islam di daerah Cirebon, ia melihat kobaran api di sebuah hutan yang sekarang bernama Desa Watubelah. Setelah didekati ternyata hutan tersebut dibakar oleh Ki Patih Manik yang bermaksud membangun sebuah pedukuhan untuk memenuhi persyaratan agar dapat mempersunting Nyi Mas Serang yang cantik jelita, putri Ki Gede Mayaguna dan Nyi Gede Renda.