Pangeran Panembahan Ratu
memegang kekuasaan di Carbon setelah Maulana Fadillah Khan kakeknya wafat pada
tahun 1570 Masehi. Ketika Pangeran Mas dinobatkan sebagai penguasa di Carbon
bukan sebagai Susuhunan seperti Sunan Gunugn Jati tetapi sebagai Panembahan
Ratu. Ketika Pangeran Panembahan Ratu Berkunjung ke Ghiri Sembung dalam
iring-iringan dan para menteri dalam upacara itu terganggu karena di depan Lawang Seketheng telah
dihadang oleh Ki Datuk Pardhun yaitu murid Syekh Lemahabang, ia ingin melakukan
balas dendam atas kematian gurunya kepada Sunan Gunung Jati dahulu. Di
tengah perjalanan para prajurit
berperang melawan Ki Datuk Pardhun yang sangat sakti, pertempuran tersebut
sangat seru lalu Ki Datuk Pardhun menyerang Panembahan Ratu, dan akhirnya Ki
Datuk Pardhun tewas tertusuk oleh keris Panembahan Ratu, lalu mayatnya
dimakamkan. Upacara berjalan terus menuju Ghiri Sembung dan tersebutlah bahwa
makam Ki Datuk Pardhun dimakamkan di suatu tempat tetapi tiba-tiba kembali ke
tempat dia terbunuh, berkali-kali dibawa dan dikuburkan kembali hingga akhirnya
Ki Datuk Pardhun dimakamkan di tempat ia terbunuh.
Menggali Budaya dan Sejarah Daerah Cirebon
Kamis, 14 Agustus 2014
Sabtu, 08 Maret 2014
Petuah Syekh Sayrif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
1. Ingsun titip tajug lan fakir miskin
(Aku titip tajug dan fakir miskin)
(Aku titip tajug dan fakir miskin)
2. Yen sembahyang kungsi pucuke panah
(Jika shalat harus khusuk dan tawadhu seperti anak panah yang menancap kuat)
(Jika shalat harus khusuk dan tawadhu seperti anak panah yang menancap kuat)
3. Yen puasa den kungsi tetaling gundewa
(Jika puasa harus kuat seperti tali panah)
(Jika puasa harus kuat seperti tali panah)
4. Ibadah kang tetep
(Ibadah harus terus menerus)
(Ibadah harus terus menerus)
5. Wedia ing Allah
(Takutlah kepada Allah)
(Takutlah kepada Allah)
Asal - usul Desa Kalikoa
Pada zaman dahulu kala ada seorang putra Raja Demak bernama Akhmad telah lama menuntut ilmu di pesantren. Sewaktu pulang dari pesantren, ia ditemui bupati yang mendapat pesan dari ayahandanya, agar ia menyusul ayahnya berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji dengan dibekali kapal beserta isinya untuk keperluan selama dalam perjalanan.
Dalam perjalanan ke tanah suci dengan mendapat pengawalan prajurit Demak, kapalnya terdampar di daratan Cirebon yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan Prabu Anom.
Mendengar ada kapal terdampar, Prabu Anom segera memerintahkan Patih Wisa Geni untuk menyelidiki siapa orang yang ada dalam kapal tersebut. Patih Wisa Geni datang menemui mereka dan Ahmad menjelaskan bahwa mereka terdampar dengan tujuan semula akan ke tanah suci menyusul ayahnya menunaikan ibadah haji.
Dalam perjalanan ke tanah suci dengan mendapat pengawalan prajurit Demak, kapalnya terdampar di daratan Cirebon yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan Prabu Anom.
Mendengar ada kapal terdampar, Prabu Anom segera memerintahkan Patih Wisa Geni untuk menyelidiki siapa orang yang ada dalam kapal tersebut. Patih Wisa Geni datang menemui mereka dan Ahmad menjelaskan bahwa mereka terdampar dengan tujuan semula akan ke tanah suci menyusul ayahnya menunaikan ibadah haji.
Asal-usul Desa Pabedilan
Pangeran Sutajaya
Upas dari gebang sering berburu ( Bhs. Sunda: Bebedil) di suatu
tempat/hutan yang belum berpenghuni yang banyak ditumbuhi pohon kesambi sambil
membuat pesanggarahan. Daerah/hutan yang belum berpenghuni itu oleh Pangeran
Sutajaya diberi nama Pabedilan, sesuai dengan arti twmpat itu (untuk
berburu/bebedil).
Setelah beberapa waktu lamanya muncullah didaerah itu
seorang yang bernama Ki Batisari berasal dari Luragung. Karena daerah Pabedilan
telah berpenghuni walaupun belum banyak, maka Ki Batisari ditetapkan menjadi
pemimpin/kuwu oleh Pangeran Cirebon, yang daerahnya meliputi sampai ke Desa
Balagedog.
Rabu, 15 Januari 2014
Ringtone Kemat Jaran Guyang
Udah lama gak update Blog ini. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ringtone Kemat Jaran Guyang versi H. Abdul Ajib (Alm) yang bisa digunakan pada handphone sedulur kabeh sebagai nada dering telepon atau nada dering SMS. Bagi sedulur yang pingin ringtone unik khas cirebon ini. Mangga di download langsung.
Kemat Jaran Guyang
Kemat Jaran Guyang
Minggu, 13 Oktober 2013
LIRIK : SATRIA MADANGKARA
Voc : Erni S
Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
Raja Brama wong kang sakti mandraguna
Ajiane sing kesohor serat jiwa
Tumindake adil ngurusi perkara
Pantes lamun kanggo contone sejarah
Reff :
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Kadang kadang Brama sok ngembara
Ninggal tahta luru pangabisa
Mula kabeh ra gelem gegabah
Ning baginda raja agung sakti jaya
Raja Brama ning ceritane digjaya
Raja agung sinatriya madangkara
Wonge gagah welas asih ning sesama
Dikagumi rakyat sejagat buana
(Kembali ke Reff)
KAMUS BAHASA CIREBON
A
abang merah. bahasa halus abrit.
abrit (bahasa halus) merah. lihat: abang.
adoh jauh. bahasa halus tebih.
ageng (bahasa halus) besar. lihat gede.
ajeng (bahasa halus) 1. akan. 2. depan. lihat arep.
akeh banyak. bahasa halus katah.
alit (bahasa halus) kecil. lihat cilik.
ambir supaya. bahasa halus supadon.
ana ada. bahasa halus wonten.
andap (bahasa halus) bawah. lihat isor.
angsal (bahasa halus) dapat. lihat olih.
arep 1. akan. 2. depan. bahasa halus ajeng.
awan siang-siang.
awis (bahasa halus) mahal. lihat larang
Langganan:
Postingan (Atom)
